Hubungi Kami +62 877-7222-0357
Email cs_admin@gwipusat.com

Jukir sebagai pekerjaan sampingan Sekitar satu tahun terakhir,

Jukir sebagai pekerjaan sampingan Sekitar satu tahun terakhir, Ginanjar bekerja sebagai jukir. Sebelum menekuni pekerjaan itu, ia pernah menjadi pengemudi ojek online (ojol) dan petugas keamanan. Menjadi jukir juga bukan satu-satunya pekerjaan yang ia jalani. Sejak pagi hingga siang, Ginanjar berjualan es jagung di kawasan Semanggi, Solo. Menjelang sore, ia berpindah ke lokasi parkir dan bekerja hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam satu sif, penghasilannya sebagai jukir rata-rata sekitar Rp 50.000. Saat kondisi ramai, penghasilannya bisa lebih besar. Penghasilan tersebut ia gunakan sebagai tambahan untuk kebutuhan keluarga dan ditabung sedikit demi sedikit. Namun, Ginanjar mengaku tidak ingin memaksakan nominal tertentu kepada pengguna jasa parkir. “Kalau orang kasih Rp 500, ya sudah. Kalau kasih Rp 1.000, ya sudah. Saya tidak mau ngepruk-ngepruk,” ujarnya saat ditemui Kompas.com. Baginya, pekerjaan apa pun yang dilakukan selama halal tetap layak dijalani. “Selama mau bergerak, rezeki itu mengikuti. Asalkan halal, gas saja buat anak istri,” kata Ginanjar. Baca juga: Jukir Mengaku Diminta Rp 50.000-Rp 150.000 untuk Gabung Parkir QRIS, Ini Kata Dishub Solo Dari jukir hingga jadi pembuat konten Aktivitas Ginanjar sebagai jukir kemudian membawanya ke dunia yang sebelumnya tidak ia bayangkan, yakni membuat konten di media sosial. Awalnya, Ginanjar bahkan sempat lama tidak memiliki telepon genggam. Ponselnya hilang bersama dompet dan barang-barang lain yang dibawanya. Untuk berkomunikasi, ia pun mengandalkan istrinya. Hingga suatu ketika, sang adik meminjamkan ponsel kepada pria yang kerap dipanggil “Paijo” oleh orang terdekatnya itu. Ketika Ginanjar kembali membawa ponsel tersebut saat bekerja, kepala Kimia Farma sempat menggodanya. Dari candaan itulah, Ginanjar kemudian didorong untuk mencoba membuat konten di media sosial. “Jo, wah saiki wis duwe HP. Ayo, Jo, ngonten, (Jo, wah sekarang udah punya HP. Ayo bikin konten),” kenang Ginanjar menirukan ajakan tersebut. Ginanjar sempat bingung. Ia mengaku tidak tahu harus membuat konten tentang apa, apalagi dirinya tidak memiliki pengalaman sebagai kreator konten. “Ngonten apa? Saya juga enggak bisa,” ujarnya.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/10/09/082200778/aktif-membuat-konten-jukir-solo-ini-disebut-duta-parkir-oleh-warganet?source=wp_topikpilihan.


Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6